Lompat ke isi utama

Berita

Santri Menjadi Bagian dari Pengawasan Partisipatif

Santri Menjadi Bagian dari Pengawasan Partisipatif

Santri Menjadi Bagian dari Pengawasan Partisipatif

Tegal – Santri memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan partisipatif guna mewujudkan demokrasi yang berintegritas. Dengan bekal pengetahuan, nilai moral, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, santri dapat turut mengawal pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan agar berjalan sesuai dengan ketentuan.

Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan santri. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.

Santri dapat mengambil peran melalui langkah-langkah sederhana, seperti tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), menolak politik uang, menjaga suasana kondusif, serta menyampaikan dugaan pelanggaran Pemilu kepada Bawaslu.

Selain itu, lingkungan pesantren juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran politik yang sehat, menjunjung tinggi kejujuran, serta mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi dan dinamika politik.

Melalui keterlibatan aktif santri, pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Semangat ini sejalan dengan upaya memperkuat pengawasan partisipatif demi terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Santri turut mengawal demokrasi, menjaga integritas Pemilu, dan menjadi bagian dari pengawasan partisipatif.