Santri Jujur, Demokrasi Tumbuh
|
Tegal – Kejujuran menjadi salah satu nilai penting dalam membangun demokrasi yang berintegritas. Semangat kejujuran yang ditanamkan dalam kehidupan santri dapat menjadi bekal untuk turut menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Dalam kehidupan demokrasi, kejujuran tidak hanya diwujudkan melalui sikap pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap proses demokrasi yang berlangsung. Santri sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran untuk menjaga ruang informasi tetap sehat, mengedepankan kebenaran, serta menolak segala bentuk kecurangan.
Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, tidak terlibat dalam praktik kecurangan, serta ikut mengawasi jalannya proses demokrasi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pesantren, seperti amanah, tanggung jawab, dan kejujuran, juga dapat menjadi landasan dalam membangun kesadaran demokrasi yang sehat. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan.
Bawaslu Kabupaten Tegal mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan santri, untuk bersama-sama mengawal demokrasi. Partisipasi masyarakat yang dilandasi kejujuran dan kepedulian menjadi bagian penting dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Santri jujur, demokrasi tumbuh. Bersama menjaga integritas dan mengawal demokrasi.