Hari Batik Nasional, Bawaslu Kabupaten Tegal Soroti Makna di Balik Perbedaan: Berbeda Motif, Tetap Satu Indonesia
|
TEGAL – Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi Bawaslu Kabupaten Tegal untuk menyampaikan pesan tentang keberagaman dan pentingnya menghargai perbedaan dalam kehidupan demokrasi.
Melalui pesan bertajuk “Berbeda Motif, Tetap Satu Indonesia”, Bawaslu Kabupaten Tegal mengibaratkan keberagaman dalam demokrasi seperti keberagaman motif batik. Setiap batik memiliki motif, warna, dan makna yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekayaan yang membuat batik semakin indah.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan demokrasi yang juga tidak lepas dari adanya perbedaan. Perbedaan pendapat dan pilihan merupakan bagian dari keberagaman yang perlu dihargai.
“Berbeda Motif, Tetap Satu Indonesia.”
Pesan itu menjadi penekanan bahwa keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi bagian yang memperkaya kehidupan bersama apabila disikapi dengan saling menghargai.
Dalam konteks demokrasi, perbedaan pendapat maupun pilihan merupakan hal yang tidak terpisahkan. Karena itu, penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian penting dalam membangun ruang demokrasi yang tetap menjaga persatuan.
Bawaslu Kabupaten Tegal melalui pesan Hari Batik Nasional tersebut mengajak masyarakat untuk melihat perbedaan sebagaimana melihat beragam motif batik: berbeda bentuk dan warna, tetapi tetap menjadi bagian dari satu kesatuan Indonesia.
Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman pendapat dan pilihan dalam demokrasi perlu ditempatkan dalam bingkai persatuan serta sikap saling menghargai.
Berbeda motif, berbeda pilihan, berbeda pendapat—tetap satu Indonesia.