Bawaslu Kabupaten Tegal: Pengawasan Demokrasi Bukan Hanya Saat Pemilu
|
Slawi – Bawaslu Kabupaten Tegal terus mengingatkan masyarakat bahwa pengawasan demokrasi tidak hanya dilakukan saat pemilu berlangsung, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui kampanye edukatif yang disampaikan kepada publik, Bawaslu menyoroti masih adanya anggapan (mitos) bahwa pengawasan demokrasi hanya relevan ketika tahapan pemilu berjalan. Padahal, kenyataannya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan setiap saat untuk menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan masyarakat secara terus-menerus, tidak hanya pada saat pemungutan suara. Pengawasan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga lingkungan dari praktik yang tidak sesuai aturan, mengedukasi sesama, hingga berani melaporkan pelanggaran.
Dengan pesan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap kesadaran publik semakin meningkat bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama yang berlangsung sepanjang waktu, bukan hanya pada momentum pemilu.