WIDYADIKARA Resmi Dibentuk, Mahasiswa UIBN Slawi Siap Menjadi Garda Pengawasan Partisipatif
|
Slawi, 15 Juli 2026 – Sebagai tindak lanjut atas Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Bawaslu Kabupaten Tegal dengan Universitas Islam Bakti Negara (UIBN) Slawi, Bawaslu Kabupaten Tegal secara resmi membentuk Komunitas Pendidikan Pengawas Partisipatif yang beranggotakan mahasiswa UIBN Slawi. Komunitas tersebut diberi nama WIDYADIKARA, sebuah akronim yang berasal dari kata Widya yang berarti intelektual dan Adikara yang berarti berwibawa. Nama tersebut dipilih sebagai representasi semangat komunitas dalam mengedepankan kapasitas intelektual, etika, serta integritas dalam mendukung pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas.
Pembentukan komunitas WIDYADIKARA dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan rangkaian kegiatan Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu yang diselenggarakan di Universitas Islam Bakti Negara Slawi. Kegiatan ini menjadi langkah konkret implementasi kerja sama antara dunia akademik dan Bawaslu dalam memperkuat pendidikan demokrasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu. Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, S.I.Kom., M.H., menyampaikan bahwa pembentukan komunitas ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif di kalangan mahasiswa. "Melalui WIDYADIKARA, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman yang baik mengenai kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi integritas, berpikir kritis, dan berkontribusi dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tegal, Sri Anjarwati, M.Kom., menjelaskan bahwa komunitas ini akan menjadi wadah pembelajaran sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas di bidang pengawasan kepemiluan. Melalui berbagai kegiatan edukasi, diskusi, pelatihan, hingga keterlibatan dalam program pengawasan partisipatif, anggota WIDYADIKARA diharapkan mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, meningkatkan literasi kepemiluan, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan bersama.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penetapan struktur kepengurusan komunitas. M. Aji dipercaya sebagai Ketua Komunitas WIDYADIKARA. Di bawah kepemimpinannya, komunitas ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan pendidikan pengawas partisipatif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Filosofi nama WIDYADIKARA mengandung harapan agar setiap anggotanya mampu mengedepankan intelektualitas dalam menganalisis berbagai dinamika demokrasi serta tetap berwibawa dalam menyampaikan gagasan, bersikap objektif, dan menjaga integritas dalam setiap aktivitas pengawasan partisipatif.
Pembentukan WIDYADIKARA menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Tegal dalam membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang berkelanjutan melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra strategis, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi dan siap berperan aktif dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.