Pramuka Berani Tolak Politik Uang, Suara Rakyat Bukan Barang Dagangan
|
Tegal – Semangat kepramukaan tidak hanya tentang kedisiplinan dan kegiatan di alam terbuka. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam Gerakan Pramuka juga relevan dalam membangun karakter masyarakat yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas, termasuk dalam kehidupan demokrasi.
Memperingati Hari Pramuka, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berani menolak segala bentuk praktik politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Pesan tersebut tercermin dalam kampanye edukasi Bawaslu Kabupaten Tegal bertajuk “Pramuka Berani Menolak Politik Uang”. Pesan ini menekankan pentingnya menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang berintegritas.
Praktik politik uang bukan sekadar persoalan pemberian atau penerimaan materi. Lebih jauh, praktik tersebut dapat menggeser makna pilihan politik masyarakat. Ketika suara dipertukarkan dengan imbalan, hak politik berisiko dipandang sebagai komoditas, bukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat.
“Suara kita bukan barang dagangan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pilihan dalam demokrasi semestinya diberikan secara bebas, sadar, dan bertanggung jawab, bukan karena adanya iming-iming materi.
Nilai tersebut sejalan dengan Dasa Dharma Pramuka, khususnya Dasa Dharma ke-10, yakni “Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.” Nilai ini dapat dimaknai sebagai dorongan untuk menjaga integritas, termasuk ketika masyarakat menentukan pilihan dalam proses demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk tidak hanya menolak politik uang, tetapi juga aktif mengawasi proses demokrasi. Masyarakat dapat mengambil peran dengan menjaga kejujuran, menolak kecurangan, mengawasi proses, serta melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak yang berwenang.
Sebab, pemimpin yang berkualitas tidak hanya lahir dari proses pemilihan, tetapi juga dari pemilih yang memiliki integritas.
Momentum Hari Pramuka menjadi pengingat bahwa keberanian bukan hanya soal mampu menghadapi tantangan, tetapi juga berani mengatakan tidak terhadap praktik yang merusak demokrasi.
Pramuka boleh berani menghadapi rintangan. Dalam demokrasi, mari juga berani menolak politik uang.
Tolak segala bentuk praktik yang merusak demokrasi!
Ayo Awasi Bersama.