Lompat ke isi utama

Berita

Hari Radio Republik Indonesia: Dari Suara ke Partisipasi, Dari Informasi ke Aksi

Hari Radio Republik Indonesia: Dari Suara ke Partisipasi, Dari Informasi ke Aksi

Slawi, 9 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Radio Republik Indonesia, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk menjadikan informasi sebagai pintu masuk menuju partisipasi aktif dalam menjaga dan mengawasi demokrasi.

Mengusung pesan “Dari Suara ke Partisipasi, Dari Informasi ke Aksi”, Bawaslu Kabupaten Tegal memandang bahwa radio dan berbagai media informasi memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif, aktual, dan mudah dipahami masyarakat. Informasi yang diterima dengan baik dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan demokrasi.

Radio sebagai salah satu media komunikasi publik memiliki sejarah panjang dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya berbagai platform digital, semangat penyampaian informasi yang mencerdaskan masyarakat tetap relevan, khususnya dalam membangun kesadaran untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Bagi Bawaslu, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pengawasan partisipatif. Informasi mengenai kepemiluan, potensi pelanggaran, maupun dinamika demokrasi perlu direspons dengan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab.

Informasi yang diterima masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk berpartisipasi. Mari tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut peduli, mengawasi, dan menjaga demokrasi bersama Bawaslu.

Partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, antara lain dengan memahami informasi kepemiluan, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, melaporkan dugaan pelanggaran sesuai ketentuan, serta ikut mengedukasi lingkungan sekitar mengenai pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Bawaslu Kabupaten Tegal terus mendorong keterlibatan masyarakat sebagai kekuatan penting dalam pengawasan partisipatif. Kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu, media, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem informasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran publik dalam mengawal proses demokrasi.

Momentum Hari Radio Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa setiap suara memiliki makna. Ketika informasi yang benar diterima masyarakat dan diikuti dengan kepedulian serta tindakan nyata, maka informasi tersebut dapat menjadi energi untuk memperkuat demokrasi.

Dari Suara ke Partisipasi, Dari Informasi ke Aksi.

Mari tidak hanya mendengar, tetapi peduli, mengawasi, dan bersama-sama menjaga demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Tegal
Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.