Empat Akhlak Rasulullah yang Bisa Jadi Kunci Mewujudkan Demokrasi Berintegritas, Apa Saja?
|
Tegal – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun demokrasi yang berintegritas. Nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah menjadi empat keteladanan yang relevan untuk diterapkan dalam setiap langkah pengawasan demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Tegal memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H bukan sekadar sebagai momentum keagamaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai moral dalam menjalankan tugas pengawasan Pemilu dan demokrasi.
Shiddiq atau kejujuran menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas. Dalam konteks demokrasi, kejujuran diperlukan agar setiap proses politik berlangsung secara terbuka, adil, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
Selanjutnya, amanah mengajarkan pentingnya menjalankan kepercayaan dengan penuh tanggung jawab. Nilai ini menjadi relevan bagi seluruh elemen demokrasi, baik penyelenggara, peserta Pemilu maupun masyarakat, untuk menggunakan hak dan kewenangannya secara bertanggung jawab.
Sementara tabligh mengandung keteladanan untuk menyampaikan kebenaran dan informasi secara tepat. Dalam era digital, nilai tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi, termasuk potensi hoaks, disinformasi, dan konten yang dapat memengaruhi pilihan masyarakat.
Adapun fathanah atau kecerdasan mengajarkan pentingnya menggunakan akal dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Masyarakat yang cerdas secara politik tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta mampu menentukan sikap berdasarkan fakta dan pertimbangan yang rasional.
Keempat nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun demokrasi yang bermartabat. Demokrasi tidak hanya membutuhkan aturan dan mekanisme, tetapi juga membutuhkan integritas dan akhlak dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai inspirasi dalam kehidupan demokrasi. Kejujuran, tanggung jawab, keberanian menyampaikan kebenaran, serta kecerdasan dalam bersikap menjadi modal penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Meneladani akhlak Nabi, menguatkan integritas, mengawal demokrasi.”
Sebab, demokrasi yang bermartabat tidak cukup hanya dibangun dengan suara mayoritas, tetapi juga dengan karakter masyarakat yang menjunjung kejujuran, amanah, dan kebenaran.