Demokrasi Ber-Pancasila, Demokrasi Berintegritas, Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi
|
Tegal, 3 Oktober 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi melalui publikasi edukatif di media sosial. Pada Sabtu (3/10/2026), Bawaslu Kabupaten Tegal mempublikasikan flyer bertema “Demokrasi Ber-Pancasila, Demokrasi Berintegritas”. Publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tegal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi. Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilihan dan penggunaan hak pilih, tetapi juga sebagai proses yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, persatuan, serta penghormatan terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara.
Melalui tema “Demokrasi Ber-Pancasila, Demokrasi Berintegritas”, Bawaslu Kabupaten Tegal menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Sikap saling menghormati perbedaan, mengedepankan musyawarah, menjaga persatuan, serta menempatkan kepentingan bersama menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas. Bawaslu Kabupaten Tegal juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap pasif terhadap proses demokrasi. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal setiap proses demokrasi dengan berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar, serta tetap menjaga suasana yang damai di tengah perbedaan pilihan.
Demokrasi yang berintegritas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengawasan terhadap proses demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari kekuatan demokrasi. Melalui berbagai konten edukasi dan informasi publik, Bawaslu Kabupaten Tegal terus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga diterapkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan dan pilihan dalam kehidupan demokrasi. Demokrasi ber-Pancasila adalah demokrasi yang menjunjung nilai persatuan, keadilan, musyawarah, dan kemanusiaan. Dengan integritas dan partisipasi bersama, demokrasi dapat terus dijaga dan dikawal.