Lompat ke isi utama

Berita

Penanaman Nilai-Nilai Dasar ASN dalam Latsar CPNS: Fondasi Membangun Birokrasi Berkinerja Tinggi

Penanaman Nilai-Nilai Dasar ASN dalam Latsar CPNS: Fondasi Membangun Birokrasi Berkinerja Tinggi

Penanaman Nilai-Nilai Dasar ASN dalam Latsar CPNS: Fondasi Membangun Birokrasi Berkinerja Tinggi

Tegal, 22 Agustus 2025 — Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) kembali digelar sebagai langkah strategis dalam pembentukan karakter dan integritas aparatur sipil negara. Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah penanaman nilai-nilai dasar ASN, yang menjadi pijakan moral dan etika bagi setiap calon abdi negara.

Latsar CPNS bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan transformasi mental dan sikap kerja yang mendalam. Lima nilai dasar ASN yang menjadi landasan dalam Latsar CPNS adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti-Korupsi — yang disingkat menjadi ANEKA. Kelima nilai tersebut dirancang untuk membentuk ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN, internalisasi nilai-nilai ANEKA sangat penting untuk membangun budaya kerja yang profesional dan bersih.

“Nilai-nilai dalam Latsar bukan hanya untuk dipahami, tapi harus tertanam dalam sikap, perilaku, dan keputusan setiap CPNS. Inilah bekal utama untuk membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat,” jelasnya.

Akuntabilitas mengajarkan CPNS untuk bertanggung jawab atas setiap tugas dan wewenang yang diberikan. Nasionalisme memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat menjaga persatuan bangsa. Etika Publik membentuk kesadaran akan pentingnya integritas dan pelayanan yang adil. Komitmen Mutu mendorong ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sementara Anti-Korupsi menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk penyimpangan dan gratifikasi.

Melalui pendekatan pembelajaran klasikal dan non-klasikal, nilai-nilai tersebut disampaikan dalam berbagai bentuk kegiatan: diskusi interaktif, simulasi kasus, refleksi nilai, hingga aktualisasi di tempat kerja. Tahapan ini tidak hanya menguji pemahaman peserta, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam konteks tugas dan pelayanan publik.

Para peserta Latsar mengaku bahwa nilai-nilai tersebut membuka wawasan baru tentang tanggung jawab sebagai ASN. “Kami tidak hanya belajar tentang prosedur, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang melayani dengan hati dan akal sehat,” ujar salah satu CPNS peserta Latsar.

Dengan penanaman nilai-nilai dasar ini, Latsar CPNS diharapkan mampu menciptakan ASN yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi motor penggerak perubahan menuju birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada hasil.