Lompat ke isi utama

Berita

Santri Jadi Garda Demokrasi! Bawaslu Kabupaten Tegal Gandeng Ponpes Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih

Santri Jadi Garda Demokrasi! Bawaslu Kabupaten Tegal Gandeng Ponpes Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih

Santri Jadi Garda Demokrasi! Bawaslu Kabupaten Tegal Gandeng Ponpes Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih

Tegal - Bawaslu Kabupaten Tegal resmi menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih melalui kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta meningkatkan pendidikan demokrasi di lingkungan pesantren. Penandatanganan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Tegal, pengasuh pondok pesantren, serta para santri.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya untuk memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, khususnya kepada generasi muda di lingkungan pesantren. Menurutnya, santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap para santri tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga mampu terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih menyambut baik kerja sama tersebut. Pengasuh pondok menilai bahwa sinergi ini menjadi kesempatan bagi santri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas terkait demokrasi dan kepemiluan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif, pendidikan pemilih, diskusi kepemiluan, hingga pelibatan santri dalam berbagai program penguatan demokrasi yang diinisiasi oleh Bawaslu.

Dengan adanya kerja sama ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong lahirnya pemilih cerdas dan partisipatif dari kalangan santri.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam mendekatkan lembaga pengawas pemilu kepada masyarakat, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh dan berkembang di berbagai lapisan, termasuk di lingkungan pesantren.