Lompat ke isi utama

Berita

Dr. Sri Wahyu Ananingsih, S.H.,M.H, Catatan Kritis Pemilu 2024 Sebagai Bahan Evaluasi Menuju Pemilu 2029

Bawaslu Kabupaten Tegal

Catatan Kritis Pemilu 2024 Sebagai Bahan Evaluasi Menuju Pemilu 2029

Slawi – Minggu, 21 September 2025.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tegal bersama mitra kerja menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dengan mengusung tema “Membangun Kepercayaan Publik terhadap Pemilu: Catatan Kritis Penyelenggaraan Pemilu 2024 sebagai Bahan Evaluasi Pemilu 2029”. Acara ini berlangsung di Permata Inn Hotel, Kabupaten Tegal, dengan menghadirkan akademisi, pengawas pemilu, serta stakeholder terkait.

Dalam pemaparannya, narasumber dari Akademisi sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Dr. Sri Wahyu Ananingsih, S.H.,M.H menekankan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh integritas penyelenggara, kejelasan regulasi, serta partisipasi masyarakat. Pemilu 2024 dinilai telah mengalami perbaikan, khususnya dalam penerbitan regulasi tepat waktu dan konsistensi pelaksanaan. Namun, terdapat catatan penting, di antaranya peningkatan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dan perlunya evaluasi mekanisme rekrutmen.

Selain itu, sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi terbaru menjadi perhatian, seperti pemisahan jadwal pemilu nasional dan lokal dengan jeda 2 hingga 2,5 tahun, serta revisi pasal-pasal dalam UU Pemilu dan Pilkada. Perubahan tersebut dipandang membawa konsekuensi besar, termasuk potensi meningkatnya biaya penyelenggaraan, konsolidasi politik yang kian kompleks, serta risiko polarisasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan bahwa penguatan kelembagaan pengawas pemilu mutlak dilakukan, antara lain melalui peningkatan pengawasan partisipatif, penanganan isu digital seperti politik uang dan hoaks, serta menjaga netralitas ASN, TNI, dan Polri. “Kepercayaan publik terhadap hasil pemilu hanya dapat terbangun jika penyelenggara bekerja profesional, netral, dan transparan,” tegasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan seruan agar semua pihak terus bersinergi membangun demokrasi yang sehat, adil, dan bermartabat menjelang Pemilu 2029.