Dari Pesantren untuk Demokrasi yang Damai, Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Toleransi
|
Slawi – Pesantren memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, penanaman nilai toleransi, dan penguatan kehidupan demokrasi yang damai. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta penghargaan terhadap perbedaan yang tumbuh di lingkungan pesantren dapat menjadi modal penting dalam membangun demokrasi yang harmonis dan bermartabat.
Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk melihat pesantren sebagai salah satu lingkungan strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi. Semangat santri yang menjunjung tinggi akhlak, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial sejalan dengan upaya mewujudkan kehidupan demokrasi yang damai dan menghargai keberagaman.
Demokrasi bukan sekadar tentang pelaksanaan pemilihan umum, melainkan juga mengenai bagaimana masyarakat menyikapi perbedaan pendapat, menghormati pilihan orang lain, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan. Nilai-nilai tersebut dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pesantren.
Bawaslu Kabupaten Tegal juga mendorong pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Masyarakat dapat berkontribusi dengan meningkatkan kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, menolak praktik politik uang, serta tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
Para santri sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi teladan dalam menyebarkan pesan perdamaian, menjaga persatuan, dan membangun budaya politik yang santun. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan sikap kritis, santri dapat mengambil peran positif dalam menciptakan demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Melalui semangat Hari Santri Nasional 2026, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap nilai-nilai luhur pesantren dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun demokrasi yang damai, jujur, adil, dan menghargai perbedaan. Dari pesantren, semangat persaudaraan dan toleransi diharapkan tumbuh menjadi kekuatan bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan pemilu