Bawaslu Kabupaten Tegal Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif “Pemuda Didorong Jadi Agen Perubahan Lewat Partisipasi Pengawasan Pemilu.
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan tema “Implementasi Pemuda Sebagai Agen Perubahan Melalui Partisipasi Pengawasan Pemilu”. Acara ini diikuti oleh para pemuda, pelajar, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya keterlibatan aktif dalam mengawal jalannya Pemilu agar berlangsung jujur, adil, dan demokratis. Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menciptakan budaya politik yang sehat.
“Pemuda bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk peduli dan berani melaporkan jika ada dugaan pelanggaran pemilu,” ujarnya.
Peserta Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Dengan tema Implementasi Pemuda Sebagai Agen Perubahan Melalui Partisipasi Pengawasan Pemilu berjumlah 71 orang dari :
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal;
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tegal;
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kab. Tegal dan
Wartawan media cetak dan online.
Penyampaian materi Abhan, S.H., M.H (Ketua Bawaslu Republik Indonesia Tahun 2017 s.d 2022) dan sebagai moderator M. Fatkhurohman (wartawan) dengan tema Peran Pemuda Sebagai Agen Perubahan Dalam Pengawasan Partisipasi Pemilu Serentak 2024, beberapa poin yang disampaikan sebagai berikut:
Pengaturan Pemilu;
Tugas dan wewenang Bawaslu;
Tujuan umum pengawasan pemilu;
Peran masyarakat dalam pengawasan pemilu;
Strategi pengawasan pemilu;
Kalangan pemuda/milenial dan partisipasi politik;
Upaya peluang Bawaslu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan demokrasi.
Dalam sesi diskusi, narasumber menjelaskan bahwa partisipasi pemuda dalam pengawasan pemilu dapat diwujudkan melalui edukasi politik di media sosial, kampanye anti-politik uang, hingga keterlibatan langsung dalam program relawan pengawas pemilu.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan ide yang disampaikan mengenai strategi kreatif mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap tumbuh kesadaran kolektif di kalangan pemuda bahwa keberhasilan demokrasi bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya-jawab dan diakhiri dengan penutupan dan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia kegiatan.