Bangun Generasi Pengawas Demokrasi, Sri Anjarwati Ajak Mahasiswa UIBN Jadi Pelopor Pengawasan Partisipatif
|
Semangat membangun generasi muda sebagai penggerak demokrasi terus digaungkan Bawaslu Kabupaten Tegal. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tegal, Sri Anjarwati, M.Kom., saat menjadi narasumber dalam Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di Universitas Islam Bakti Negara (UIBN) Tegal, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Bawaslu Kabupaten Tegal dengan UIBN Tegal untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami pengawasan pemilu sekaligus menumbuhkan budaya demokrasi yang partisipatif.
Dalam pemaparannya, Sri Anjarwati menyampaikan materi Strategi dan Kolaborasi Pengembangan Pengawasan Partisipatif. Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agent of change karena memiliki daya kritis, melek teknologi, dan kemampuan menyebarkan informasi secara luas. Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu berkomitmen mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi penggerak organisasi maupun komunitas dalam menyukseskan Pemilu 2029 yang bermartabat.
Sri Anjarwati juga mengajak mahasiswa untuk memahami berbagai bentuk pelanggaran pemilu, seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, kampanye di tempat terlarang, hingga pelanggaran netralitas ASN, TNI, Polri, dan penyelenggara pemilu. Ia mendorong peserta untuk mulai mengawasi lingkungan terdekat, menyaring informasi sebelum membagikannya, aktif memeriksa data pemilih melalui DPT Online maupun status keanggotaan partai politik, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu dengan didukung bukti yang memadai. Selain itu, mahasiswa didorong membangun komunitas pengawas partisipatif, melakukan uji petik data pemilih, serta memproduksi konten digital edukatif sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan demokrasi.
Suasana kelas berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab mengenai strategi pengawasan partisipatif yang dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Antusiasme mahasiswa menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami regulasi kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam mencegah pelanggaran, melawan disinformasi, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.