Achmad Husain Tekankan Pentingnya Pengawasan Partisipatif Pasca Pemilu 2024
|
Slawi – Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Achmad Husain menyampaikan sambutan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Bersama Mitra Kerja yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Tegal pada Rabu (27/8/2025) di Hotel Permata Inn Slawi.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi capaian penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 di Jawa Tengah yang dinilai berjalan optimal dan sukses berkat sinergi antara penyelenggara pemilu, pemangku kepentingan, dan masyarakat. “Capaian ini adalah bukti kerja keras kita bersama, namun juga menjadi bahan refleksi untuk perbaikan menuju Pemilu 2029,” ungkapnya.
Disampaikan pula, Bawaslu se-Jawa Tengah selama Pemilu 2024 telah melakukan 27.763 metode pencegahan, menangani 430 kasus dugaan pelanggaran, serta menyelesaikan 21 sengketa proses pemilu. Sedangkan dalam Pemilihan 2024, tercatat 53.403 upaya pencegahan, 334 kasus dugaan pelanggaran, dan 15 penyelesaian sengketa.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. “Pengawasan partisipatif harus terus ditumbuhkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali masyarakat, organisasi, mahasiswa, media, serta mitra strategis agar lebih berdaya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kelembagaan dan sinergi dengan mitra kerja menjadi kunci untuk mewujudkan pemilu yang lebih berkualitas, jujur, adil, dan bermartabat pada 2029 mendatang.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Bawaslu, mulai dari pemerintah daerah, lembaga negara, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga pegiat demokrasi. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan memperkuat komitmen kita dalam menjaga demokrasi Indonesia,” pungkasnya.