Lompat ke isi utama

Berita

Semangat Pustakawan Melawan Hoaks, Bawaslu Kabupaten Tegal Edukasi Masyarakat Lewat Media Sosial

Semangat Pustakawan Melawan Hoaks, Bawaslu Kabupaten Tegal Edukasi Masyarakat Lewat Media Sosial

Semangat Pustakawan Melawan Hoaks, Bawaslu Kabupaten Tegal Edukasi Masyarakat Lewat Media Sosial

Slawi – Dalam upaya membentengi masyarakat dari kepungan berita bohong, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal kembali menggalakkan kegiatan publikasi digital pada Kamis (09/07). Bawaslu Kabupaten Tegal menyebarkan informasi penting terkait kebijakan kelembagaan yang mencakup langkah-langkah pencegahan serta capaian hasil kerja Lembaga kepada publik.
Informasi strategis tersebut dikemas dalam bentuk flyer edukatif dan disebarluaskan secara masif melalui seluruh kanal media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Tegal. Agenda ini dirancang sebagai sarana edukasi pengawasan kepemiluan bagi masyarakat umum, peserta pemilu, hingga sesama penyelenggara pemilu. Lebih dari itu, publikasi ini menjadi seruan terbuka agar masyarakat mau terlibat langsung dalam memantau jalannya Pemilu.
Melalui tema "Pustakawan Melawan Hoaks Bersama Bawaslu", lembaga pengawas pemilu ini menekankan pentingnya peran literasi dalam menjaga kondusivitas politik. Literasi informasi ditegaskan bukan sekadar kemampuan membaca teks berita, melainkan sebuah kecakapan untuk memahami, mengkritisi, dan memverifikasi setiap kebenaran informasi yang diterima.
Bawaslu Kabupaten Tegal meyakini bahwa dengan tingkat literasi informasi yang baik, masyarakat akan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap ancaman hoaks, disinformasi, serta provokasi negatif yang berpotensi memecah belah persatuan dan melemahkan sendi-sendi demokrasi.
Oleh karena itu, melalui momentum publikasi ini, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya informasi yang sehat. Mari kita lawan hoaks dengan cara selalu membaca secara utuh, memahami konteks, dan memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya, demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas.