Lompat ke isi utama

Berita

Rawat Keutuhan Bangsa, Bawaslu Kabupaten Tegal Gaungkan Gerakan "Pengawas Demokrasi, Penjaga Persatuan Indonesia"

Rawat Keutuhan Bangsa, Bawaslu Kabupaten Tegal Gaungkan Gerakan "Pengawas Demokrasi, Penjaga Persatuan Indonesia"

Rawat Keutuhan Bangsa, Bawaslu Kabupaten Tegal Gaungkan Gerakan "Pengawas Demokrasi, Penjaga Persatuan Indonesia"

SLAWI – Bawaslu Kabupaten Tegal terus menguatkan peran pengawasan partisipatif melalui berbagai upaya edukasi kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui publikasi konten digital bertajuk "Pengawas Demokrasi, Penjaga Persatuan Indonesia" yang disebarluaskan melalui media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Tegal.

Kampanye tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Tegal dalam mengajak masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi dalam demokrasi, tetapi juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan pilihan politik. Bawaslu menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar kompetisi politik untuk meraih suara, melainkan sarana memperkuat kedaulatan rakyat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui publikasi yang disampaikan melalui Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk menjadikan perbedaan pilihan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Di sisi lain, kerukunan sosial dan persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas bersama yang dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Dalam gerakan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tegal menyoroti tiga aspek penting dalam menjaga demokrasi yang berintegritas dan persatuan bangsa. Pertama, mengawal dengan kejujuran, yaitu mengajak masyarakat menolak segala bentuk politik uang, praktik transaksional, maupun manipulasi yang dapat mencederai keadilan pemilu. Kedua, meredam polarisasi ruang digital dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyaring informasi, melawan hoaks, dan menolak ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan. Ketiga, kolaborasi kolektif, yakni mendorong solidaritas antarwarga dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama berlangsungnya tahapan pemilu.

Bawaslu Kabupaten Tegal menilai bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan keterbatasan jumlah personel pengawas di lapangan, dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan besar untuk mendeteksi serta mencegah berbagai potensi pelanggaran sejak dini.

Humas Bawaslu Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa demokrasi yang kuat hanya dapat tumbuh di atas fondasi persatuan yang kokoh. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk menjadikan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya bersama