Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi "Preferensi Politik Pemilih Pemula Menjadi cerminan kualitas demokrasi di masa depan”

Konsolidasi Demokrasi "Preferensi Politik Pemilih Pemula Menjadi cerminan kualitas demokrasi di masa depan”

Konsolidasi Demokrasi "Preferensi Politik Pemilih Pemula Menjadi cerminan kualitas demokrasi di masa depan”

Slawi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan tema "Preferensi Politik Pemilih Pemula" pada Rabu (1/7/2026) di Kantor Bawaslu Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dipandu oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tegal, Andika Asykar, dengan menghadirkan Aldo Manggala Prasetyo, pemilih pemula pada Pemilu 2024, sebagai narasumber diskusi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tegal untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku dan preferensi politik pemilih pemula sebagai bahan penyusunan strategi penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029. Diskusi difokuskan pada faktor-faktor yang memengaruhi pilihan politik generasi muda, tingkat pemahaman terhadap demokrasi, serta tantangan yang masih dihadapi dalam meningkatkan kualitas partisipasi pemilih.

Dalam diskusi, Aldo Manggala Prasetyo mengungkapkan bahwa keputusan memilih pada Pemilu 2024 dipengaruhi oleh arahan orang tua. Ia juga mengaku pernah menerima sejumlah uang menjelang pemungutan suara karena belum mengetahui bahwa praktik tersebut merupakan bentuk politik uang yang dilarang. Selain itu, Aldo menyampaikan bahwa dirinya tidak menggunakan hak pilih pada Pilkada 2024 karena tidak mengetahui adanya pelaksanaan pemungutan suara pada hari tersebut. Temuan tersebut menunjukkan bahwa literasi politik dan penyebarluasan informasi kepemiluan kepada pemilih pemula masih perlu ditingkatkan.

Menanggapi hal tersebut, Andika Asykar menyampaikan bahwa hasil diskusi akan menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu Kabupaten Tegal dalam memperkuat pendidikan politik dan literasi demokrasi di masyarakat. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu berkomitmen mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, mandiri, dan berintegritas sehingga mampu menggunakan hak pilih secara bebas tanpa pengaruh politik uang maupun tekanan dari pihak lain, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.