“Idul Adha Bukan Sekadar Kurban!” Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Masyarakat Rawat Persatuan demi Demokrasi yang Kuat
|
Slawi – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Bawaslu Kabupaten Tegal untuk mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan demokrasi. Melalui pesan publik bertajuk “Pengorbanan untuk Persatuan Bangsa”, Bawaslu menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dalam publikasi yang disampaikan, Bawaslu Kabupaten Tegal menekankan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban semata, tetapi juga sebagai refleksi untuk memperkuat sikap saling menghargai, menjaga kebersamaan, serta menekan ego pribadi demi kepentingan bersama.
“Bangsa yang kuat bukan bangsa yang selalu sama, melainkan bangsa yang mampu tetap bersatu di tengah berbagai perbedaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye edukatif tersebut.
Bawaslu Kabupaten Tegal menilai nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan persatuan menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas. Dalam konteks demokrasi, perbedaan pilihan politik disebut sebagai hal yang wajar, namun persatuan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Melalui momentum Idul Adha, Bawaslu juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga suasana demokrasi yang damai, menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan pendapat, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan tahapan Pemilu, tetapi juga melalui pembangunan kesadaran sosial dan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Semangat rela berkorban dan saling peduli yang diajarkan Idul Adha menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan kebersamaan, bukan perpecahan,” ujarnya.
Bawaslu Kabupaten Tegal berharap pesan Hari Raya Idul Adha dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni sosial dan memperkuat komitmen bersama dalam merawat demokrasi Indonesia.
“Jaga persatuan, kuatkan demokrasi.”