Gandeng Penghayat Kepercayaan untuk Pengawasan Pemilu 2019
|
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu 2019, Bawaslu Kabupaten Tegal mengadakan acara bertajuk "Sarasehan Budaya: Partisipasi Aktif Penghayat Kepercayaan dalam Pengawasan Pemilu 2019." Acara ini berlangsung di Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, dengan melibatkan sekitar 70 peserta.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendorong partisipasi aktif para penghayat kepercayaan sebagai pengawas pemilu partisipatif. Bawaslu tidak hanya ingin mengajak, tetapi juga ingin memberikan pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara dalam mengawasi setiap tahapan pemilu, mulai dari masa kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan suara. Dalam suasana yang santai, Bawaslu Tegal memberikan materi tentang cara melaporkan pelanggaran pemilu secara jujur dan berimbang.
Peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa dihargai dan diakui sebagai bagian integral dari bangsa. Sarasehan ini menjadi jembatan yang menghubungkan Bawaslu dengan komunitas penghayat kepercayaan, menciptakan ikatan saling percaya dan kerja sama. Mereka tidak lagi merasa sendirian, tetapi menjadi bagian dari sebuah gerakan besar untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan jujur.
Acara ini menunjukkan komitmen Bawaslu Tegal dalam memastikan inklusivitas dalam pemilu. Mereka percaya bahwa setiap suara, dari setiap kelompok masyarakat, memiliki peran penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Sarasehan Budaya ini adalah contoh nyata bagaimana Bawaslu tidak hanya menjalankan tugasnya, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial, merangkul semua elemen masyarakat demi terwujudnya pemilu yang berintegritas. Ini adalah langkah kecil namun signifikan menuju masa depan demokrasi yang lebih inklusif di Indonesia.