Demokrasi Dimulai dari Pengetahuan
|
SLAWI – Memperingati Hari Pustakawan Indonesia, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal menyampaikan pesan penting mengenai hubungan erat antara literasi dan keberlangsungan demokrasi. Melalui tema "Demokrasi Dimulai dari Pengetahuan," Bawaslu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menyalurkan hak suara, melainkan menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Kamis (9/7/2026).
Pihak Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan bahwa esensi dari demokrasi berjalan jauh lebih dalam daripada sekadar rutinitas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mencoblos. Demokrasi yang sehat dinilai hanya akan lahir dari rahim masyarakat yang literat, kritis, serta memiliki keterbukaan yang tinggi terhadap informasi yang valid.
"Demokrasi yang substansial membutuhkan warga negara yang memiliki pemahaman, literasi, dan kesadaran politik yang baik. Karena sejatinya, demokrasi dimulai dari pengetahuan," tulis Staf Bawaslu Kabupaten Tegal dalam keterangannya.
Melalui momentum Hari Pustakawan ini, peran pustakawan dan perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan secara tidak langsung ikut mendukung penguatan pilar-pilar demokrasi. Informasi yang akurat serta budaya membaca yang kuat dinilai menjadi benteng terbaik masyarakat dalam menangkal hoaks, disinformasi, maupun politik uang.
Bawaslu Kabupaten Tegal juga menyelipkan seruan penting bagi seluruh elemen masyarakat: "Pelajari demokrasi, pahami hak dan kewajiban sebagai warga negara."
Dengan meningkatnya kesadaran politik dan pemahaman literasi yang baik, diharapkan masyarakat Kabupaten Tegal mampu menjadi pemilih yang bijak demi masa depan bangsa yang jauh lebih baik. Bersama-sama, mari kita tingkatkan minat baca, perluas wawasan, dan kawal demokrasi Indonesia yang lebih bersih dan substansial. Ayo Awasi Bersama!