Dari Meja Kopi ke Masa Depan Demokrasi!” — Bawaslu Tegal Bahas Isu Panas dari Akar Rumput hingga Antar Lembaga
|
Slawi, 14 April 2026 — Bawaslu Kabupaten Tegal terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga kualitas demokrasi melalui konsolidasi lintas sektor. Kali ini, pendekatan yang digunakan tak melulu formal, melainkan melalui diskusi santai namun substantif yang menyentuh isu-isu krusial hingga ke level akar rumput.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, melakukan pertemuan dengan Saiful Bahri, eks Ketua Panwaslucam Tarub sekaligus pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Tegal. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Tegal ini menjadi ruang bertukar gagasan dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan dan merespons dinamika pengawasan Pemilu di daerah.
“Silaturahmi bukan sekadar menjaga hubungan, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk menyerap aspirasi dan membangun solusi bersama,” ujar Harpendi dalam kesempatan tersebut.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka. Di antaranya adalah pentingnya penguatan kemitraan antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka dalam mendorong pengawasan partisipatif. Kolaborasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini di kalangan generasi muda.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada fenomena praktik money politics dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dikhawatirkan menjadi kebiasaan negatif dan berpotensi terbawa ke dalam kontestasi Pemilu. Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi politik kepada masyarakat guna menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Isu lain yang turut dibahas adalah rasio jumlah pengawas Pemilu yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Meski telah memiliki dasar hukum, Bawaslu Kabupaten Tegal tetap memandang penting untuk menyuarakan evaluasi dan kebutuhan di lapangan kepada para pemangku kebijakan.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kabupaten Tegal berencana menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Pramuka.
Melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap dapat memperkuat fondasi demokrasi dari bawah, sekaligus memastikan bahwa setiap proses Pemilu berjalan secara jujur, adil, dan transparan.