Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Sekadar Membaca! Ini Alasan Literasi Jadi Kunci Mengawal Demokrasi yang Berkualitas

Bukan Sekadar Membaca! Ini Alasan Literasi Jadi Kunci Mengawal Demokrasi yang Berkualitas

Bukan Sekadar Membaca! Ini Alasan Literasi Jadi Kunci Mengawal Demokrasi yang Berkualitas

Slawi – Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Indonesia, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya membaca sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas. Melalui kampanye edukasi bertajuk "Membaca Hari Ini, Mengawal Demokrasi Esok Hari", Bawaslu menegaskan bahwa pengawasan demokrasi dimulai dari masyarakat yang memiliki literasi dan pemahaman yang baik terhadap aturan.

Pesan tersebut disampaikan sebagai upaya memperkuat kesadaran publik bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara Pemilu, tetapi juga pada kualitas partisipasi masyarakat. Semakin tinggi tingkat literasi masyarakat, semakin besar pula kemampuan mereka dalam memahami hak dan kewajiban, mengenali potensi pelanggaran, serta berpartisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Tegal menilai, budaya membaca merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Literasi menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami regulasi kepemiluan, serta berkontribusi dalam menciptakan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Melalui momentum Hari Pustakawan Indonesia, Bawaslu juga mengapresiasi peran pustakawan dan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan akses terhadap informasi, pengetahuan, dan literasi kebangsaan. Keberadaan perpustakaan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang terus belajar dan memiliki kesadaran demokrasi yang kuat.

Bawaslu Kabupaten Tegal meyakini bahwa pengawasan partisipatif akan semakin efektif apabila didukung oleh masyarakat yang gemar membaca dan memahami aturan. Pengetahuan yang diperoleh dari literasi menjadi modal utama untuk mencegah pelanggaran, melawan disinformasi, serta menjaga kualitas demokrasi di setiap tahapan Pemilu.

Melalui kampanye ini, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan membaca sebagai langkah awal menjadi pengawas demokrasi yang cerdas. Sebab, satu buku yang dibaca hari ini dapat menjadi bekal berharga untuk mengawal demokrasi Indonesia di masa depan.

"Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang terus belajar. Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan, karena literasi hari ini adalah fondasi demokrasi esok hari."