Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siapkan Generasi Demokrasi Bermartabat Menuju Pemilu 2029

Bawaslu RI Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siapkan Generasi Demokrasi Bermartabat Menuju Pemilu 2029

Bawaslu RI Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siapkan Generasi Demokrasi Bermartabat Menuju Pemilu 2029

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menyelenggarakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis, 5 sampai 7 Agustus 2025, bertempat di Hotel Harris Sentraland Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai daerah yang tercantum dalam undangan resmi Bawaslu RI. Mereka berasal dari beragam latar belakang dengan harapan dapat menjadi agen pengawasan partisipatif di masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, serta secara resmi dibuka oleh pimpinan Bawaslu RI. Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi yang mencakup pencegahan pelanggaran dan sengketa proses Pemilu, pelaporan dugaan pelanggaran, penyelesaian sengketa, pengembangan gerakan pengawasan partisipatif berbasis digital, strategi publikasi, hingga penguatan jaringan komunitas. Selain itu, peran perempuan dalam pengawasan Pemilu juga menjadi bagian penting dari diskusi.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, akademisi, hingga tokoh masyarakat sipil seperti Septiaji Eko Nugroho selaku Ketua Presidium Mafindo dan Masruchah yang pernah menjabat sebagai Komisioner Komnas Perempuan. Seluruh peserta diajak aktif berdiskusi, melakukan studi kasus, serta menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Pendidikan Pengawas Partisipatif ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis sekaligus menanamkan komitmen moral dalam mengawal demokrasi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu RI berharap lahir kader pengawas partisipatif yang mampu menggerakkan masyarakat sehingga Pemilu 2029 dapat berlangsung jujur, adil, dan bermartabat.