Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Demokrasi Melalui Kolaborasi Pendidikan Politik bagi Santri

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Demokrasi Melalui Kolaborasi Pendidikan Politik bagi Santri

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Demokrasi Melalui Kolaborasi Pendidikan Politik bagi Santri

Slawi – Dalam upaya memperkuat budaya demokrasi yang inklusif dan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tegal melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan tema “Kolaborasi Pendidikan Politik bagi Santri dan Mengawal Hak Politik Santri” bersama Mudir dan Pengurus Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Harjawinangun, Balapulang, Kabupaten Tegal.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Tegal untuk memperluas pendidikan politik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan santri sebagai generasi muda yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertemuan ini juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pentingnya peningkatan literasi demokrasi di lingkungan pesantren. Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan merupakan lembaga pendidikan pesantren yang berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tegal dan berfokus pada pembinaan kader umat, kader bangsa, serta penguatan pendidikan keislaman yang terintegrasi. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, kritis, dan memiliki kesadaran berbangsa. Oleh karena itu, pendidikan politik yang sehat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki hak pilih, tetapi juga dapat menjadi agen pendidikan demokrasi di lingkungannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kualitas demokrasi serta mengawal pemenuhan hak politik setiap warga negara, termasuk santri,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal.

Sementara itu, pihak Mudir dan Pengurus Pondok Pesantren Ahmad Dahlan menyambut baik inisiatif Bawaslu Kabupaten Tegal dalam membangun sinergi pendidikan politik di lingkungan pesantren. Menurutnya, pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta hak dan kewajiban warga negara merupakan bagian penting dari pembentukan wawasan kebangsaan yang perlu dimiliki para santri.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan ke depan, mulai dari sosialisasi pengawasan partisipatif, pendidikan demokrasi bagi santri, hingga penguatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga integritas dalam proses demokrasi. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan pesantren, sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas di Kabupaten Tegal.