Bangun Kesadaran Politik Pelajar, Bawaslu Kabupaten Tegal Goes to School Hadir di SMA N 1 Warureja
|
Slawi - Kamis (4/9/2025), Bawaslu Kabupaten Tegal melaksanakan program Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Warureja. Kegiatan yang digelar di ruang kelas XII-3 ini diisi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMOD), Bapak Farid Bani Adam dengan jumlah peserta 34 siswa-siswi.
Dalam pemaparannya, Farid menyampaikan bahwa Pemilu bukan hanya urusan orang tua atau politisi, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda. “Suara pertama kalian sangat menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan,” ujarnya kepada para siswa.
Materi yang dibawakan meliputi pengawasan Pemilu partisipatif, di mana siswa diajak untuk menjadi pengawas aktif dengan cara menolak politik uang, melawan hoaks, menjaga netralitas, serta berani melapor apabila menemukan pelanggaran Pemilu. Bawaslu menegaskan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya sesuai aturan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan form uji petik untuk diisi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing-masing. Selanjutnya, mereka diajak mengecek data kepemiluan secara langsung melalui situs resmi cekdptonline.kpu.go.id. Dari hasil pengecekan, sebagian siswa telah tercatat dalam daftar pemilih, sementara sebagian lainnya belum, sehingga mendapatkan penjelasan terkait mekanisme perbaikan data pemilih.
Antusiasme siswa terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Diskusi berjalan hidup, menandakan tingginya kepedulian generasi muda terhadap demokrasi.
Sebagai bagian dari kegiatan, Bawaslu Kabupaten Tegal juga menayangkan film dokumenter milik Bawaslu Provinsi Jawa Tengah berjudul “Cerita di Balik Sang Pengawas Logistik”, yang memperlihatkan dinamika pengawasan logistik Pemilu. Tayangan ini semakin membuka wawasan siswa tentang pentingnya peran pengawas Pemilu dalam memastikan setiap tahapan berjalan transparan, jujur, dan adil.
Melalui program ini, Bawaslu berharap siswa SMA dapat menjadi agen perubahan yang kritis, melek teknologi, serta mampu menyebarkan informasi positif kepada masyarakat. Dengan begitu, partisipasi aktif generasi muda akan memperkuat terwujudnya Pemilu yang demokratis, jujur, dan adil.