Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kesadaran Kolektif, Panwaslucam Kedungbanteng Dorong Masyarakat Jadi Pengawas Pemilu

Bangun Kesadaran Kolektif, Panwaslucam Kedungbanteng Dorong Masyarakat Jadi Pengawas Pemilu

Bangun Kesadaran Kolektif, Panwaslucam Kedungbanteng Dorong Masyarakat Jadi Pengawas Pemilu

Demokrasi tidak hanya milik penyelenggara atau peserta Pemilu, tetapi milik seluruh warga negara. Dalam semangat membangun kesadaran bersama akan pentingnya keterlibatan publik dalam proses demokrasi, Panwaslucam Kedungbanteng menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Sabtu, 21 September 2024, bertempat di Kafe Manukjati, Desa Karangjati, Kecamatan Tarub.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan pengawasan dengan melibatkan beragam elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Desa, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan dan ortom, pimpinan partai politik tingkat kecamatan, serta pengawas desa. Seluruh peserta diajak untuk memahami bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tugas lembaga formal, tetapi juga tanggung jawab moral bersama.

Panwaslucam Kedungbanteng menekankan bahwa menjadi warga negara yang baik tak cukup hanya dengan datang ke TPS dan mencoblos. Masyarakat juga perlu menjadi pengawas aktif yang mampu mendeteksi potensi pelanggaran, menjaga integritas proses, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi kecurangan.

Dengan Pemilu dan Pemilihan 2024 yang akan digelar secara serentak dan beririsan, tantangan dalam pengawasan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membangun kesadaran kolektif: bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas negara, tapi juga panggilan bagi setiap warga negara yang peduli akan masa depan bangsa.