Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Generasi Muda: Jangan Cuma Viral, Tapi Harus Peduli Demokrasi
|
Slawi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal merilis pesan edukasi yang ditujukan khusus bagi generasi muda agar tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap proses demokrasi. Melalui kampanye bertajuk "Bukan Cuma Viral, Tapi Peduli", Bawaslu menekankan pentingnya peran aktif masyarakat di luar angka statistik dunia maya.
Demokrasi Lebih dari Sekadar 'Likes'
Di era digital saat ini, jempol masyarakat memang sangat mahir dalam membuat sesuatu menjadi trending topic. Namun, Bawaslu mengingatkan bahwa perubahan nyata tidak berhenti hanya pada jumlah likes atau retweet semata.
"Aktif di medsos itu keren, tapi sadar demokrasi itu krusial," tulis pesan dalam flayer tersebut. Hal ini menyoroti bahwa keterlibatan dalam demokrasi memerlukan kesadaran mendalam mengenai hak-hak politik dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Suara di Bilik Suara adalah Kekuatan Nyata
Pesan utama yang ingin disampaikan oleh Bawaslu Kabupaten Tegal adalah mengenai perbandingan pengaruh antara komentar di media sosial dengan aksi nyata.
Pengaruh Nyata: Suara yang diberikan di bilik suara atau aksi nyata di komunitas memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar komentar di kolom hujatan.
Esensi Demokrasi: Demokrasi bukan hanya soal siapa yang memenangkan pemilu.
Kawal Kebijakan: Masyarakat diharapkan untuk tetap kritis dan terus mengawal kebijakan pemerintah setiap hari.
Komitmen Pengawasan Bersama
Dengan tagar #GenerasiMudaDanDemokrasi, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak seluruh elemen pemuda untuk "Relate" atau terhubung dengan isu-isu demokrasi saat ini. Upaya ini merupakan bagian dari gerakan "Ayo Awasi Bersama" untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan jujur dan adil.