“Ngawasin Pemilu Nggak Cukup Modal Opini!” Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Masyarakat Melek Aturan Demi Cegah Pelanggaran
|
Slawi – Dalam momentum peringatan Hari Buku Nasional, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi hukum dan pemahaman regulasi kepemiluan sebagai langkah nyata mencegah pelanggaran Pemilu.
Melalui kampanye edukatif bertajuk “Membaca Aturan, Mencegah Pelanggaran”, Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga pemahaman terhadap aturan yang berlaku.
Bawaslu Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan Pemilu yang jujur dan adil. Namun demikian, pengawasan yang efektif harus dibarengi dengan pengetahuan mengenai regulasi kepemiluan agar masyarakat mampu membedakan tindakan yang sesuai aturan dan yang berpotensi melanggar hukum.
“Pengawasan partisipatif akan lebih kuat ketika masyarakat memahami aturan. Literasi hukum menjadi fondasi penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu,” demikian disampaikan dalam materi kampanye tersebut.
Bawaslu Kabupaten Tegal juga menyoroti pentingnya budaya membaca, khususnya membaca regulasi dan informasi yang valid, sebagai upaya membangun masyarakat yang kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.
Dalam pesan edukasi itu, masyarakat diajak menjadi generasi yang tidak hanya aktif mengawasi jalannya demokrasi, tetapi juga memahami “aturan main” dalam setiap tahapan Pemilu.
Kampanye tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif yang terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Tegal kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan pemilih pemula.
Bawaslu Kabupaten Tegal berharap melalui peningkatan literasi hukum dan budaya membaca, masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga integritas demokrasi serta mendorong terciptanya Pemilu yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Dengan semangat “Pahami Aturan, Awasi Bersama”, Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan demokrasi yang informatif, inklusif, dan mudah dipahami masyarakat luas.