Data dan Demokrasi : Apa yang Sebenarnya Kita Ketahui ?
|
Data sangat penting dalam menjawab pertanyaan dan kebutuhan informasi publik. Data merupakan hal yang fundamental, misalnya tahapan pemilu dimulai dengan pemutakhiran data pemilih. Kualitas Pemilu/Pemilihan akan baik apabila data pemilih mutakhir. Dalam proses pemutakhiran tersebut, tentunya Bawaslu bertugas untuk melaksanakan pengawasan.
Pengawas Pemilu dalam melaksanakan tugas pengawasan tidak bisa berdasarkan asumsi, melainkan perlu adanya data yang valid. Apabila berdasarkan hasil pengawasan ditemukan data yang tidak sesuai, Bawaslu Kabupaten Tegal menyampaikan saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Tegal untuk dilakukan perbaikan, karena data yang tidak sesuai dapat berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Kabupaten Tegal, Dedi Kudiyanto, S.T menyampaikan bahwa pengumpulan data dapat diperoleh melalui hasil pengawasan dari jajaran pengawas ad hoc atau dari jajaran KPU. Selama tahapan Pemilu/Pemilihan pun dapat menghasilkan data itu sendiri. Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan verifikasi untuk menjamin keakuratan data tersebut.
Bawaslu Kabupaten Tegal memiliki komitmen untuk memberikan informasi secara transparan dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui kinerja Bawaslu Kabupaten Tegal. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu Kabupaten Tegal.
Demokrasi yang jujur dan adil tidak lahir semata dari tahapan Pemilu, melainkan dari fondasi data yang akurat, terbuka, dan dapat dipercaya. Bawaslu Kabupaten Tegal tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi dan andil masyarakat menjadi hal penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Bawaslu Kabupaten Tegal berharap masyarakat dapat memahami hak yang dimiliki masyarakat sebagai pemilih.