Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Buruh dan Pekerja Lawan Intimidasi Serta Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Buruh dan Pekerja Lawan Intimidasi Serta Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Tegal Ajak Buruh dan Pekerja Lawan Intimidasi Serta Politik Uang

SLAWI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal mempertegas komitmennya dalam melindungi hak pilih seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok pekerja dan buruh. Melalui kampanye terbaru bertajuk "Jangan Biarkan Suara Buruh Terancam", Bawaslu mengajak masyarakat untuk menjaga kedaulatan suara dari segala bentuk tekanan.

Bawaslu menekankan bahwa suara setiap warga negara adalah bentuk kedaulatan tertinggi yang tidak boleh dirampas oleh kepentingan sesaat. Dalam pesan resminya, Bawaslu mengimbau agar para pekerja tetap berani menjaga integritas demokrasi di tengah potensi kerawanan pemilu.

Poin Utama Seruan Bawaslu:

  • Lawan Intimidasi: Mengimbau pekerja agar tidak takut terhadap tekanan atau ancaman dari pihak mana pun yang mencoba mengarahkan pilihan secara paksa.

  • Tolak Politik Uang: Menegaskan bahwa "selembar uang" tidak sebanding dengan masa depan bangsa. Masyarakat diminta bijak dan menolak segala bentuk transaksional dalam pemilu.

  • Berani Lapor: Masyarakat yang melihat atau mengalami dugaan pelanggaran diminta untuk tidak ragu melapor secara resmi ke kantor Bawaslu Kabupaten Tegal atau jajaran pengawas terdekat. 

Demokrasi Adalah Milik Bersama

Upaya ini sejalan dengan kampanye "Demokrasi Butuh Kita" yang diluncurkan Bawaslu Kabupaten Tegal untuk memposisikan lembaga pengawas bukan hanya sebagai institusi formal, melainkan sebagai mitra strategis rakyat dalam mengawal proses pemilihan yang jujur dan adil. 

Bawaslu Kabupaten Tegal juga terus menggencarkan edukasi pemilih agar warga dapat membedakan antara "Laporan" dan "Temuan" pelanggaran, sehingga partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan meningkat.