Lompat ke isi utama

Berita

Pemilu 2024 di Tegal: Sukses, tapi Butuh Banyak Perbaikan.

Pemilu 2024 di Tegal: Sukses, tapi Butuh Banyak Perbaikan.

Pemilu 2024 di Tegal: Sukses, tapi Butuh Banyak Perbaikan.

Slawi– 28 Agustus 2025 – Evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten Tegal yang dipaparkan Ketua KPU Kabupaten Tegal, Himawan Tri P., S.Sos., MH, mengungkap cerita di balik layar pelaksanaan pesta demokrasi terbesar di Indonesia.

Dalam forum evaluasi di Hotel Permata Inn, terungkap bahwa Pemilu 2024 berjalan aman, transparan, dan partisipatif. Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Tegal tercatat mencapai 76,13% untuk pemilihan presiden dan wakil presiden—angka yang cukup tinggi di tingkat nasional. Kecamatan Slawi menjadi daerah dengan partisipasi tertinggi, sementara Jatinegara berada di posisi terendah.

Namun, bukan berarti tanpa masalah. Beberapa kendala mencuat, mulai dari surat suara tertukar antar-kecamatan, gangguan teknis di SIREKAP akibat lemahnya jaringan internet, hingga kurangnya waktu bimtek untuk petugas KPPS. Bahkan, kasus surat suara tercoblos sebelum pemungutan suara sempat menyeruak dan berujung mediasi dengan Bawaslu.

Himawan menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar laporan, melainkan momentum untuk perbaikan menyeluruh. “Kami merekomendasikan perencanaan logistik yang lebih matang, pelatihan petugas yang intensif, serta penguatan teknologi pemilu agar pemilu ke depan lebih berkualitas,” ujarnya.

Salah satu sorotan penting datang dari putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan pemilu nasional dan pemilu daerah akan dipisahkan mulai 2029. Langkah ini diyakini akan mengurangi kejenuhan pemilih, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, dan memberi ruang bagi partai politik untuk mempersiapkan kader dengan lebih baik.

Di akhir evaluasi, KPU Kabupaten Tegal berkomitmen menghadirkan pemilu yang lebih tertib, efisien, dan ramah pemilih pada masa mendatang, sekaligus siap menghadapi sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi dengan data dan bukti yang lengkap.