Lompat ke isi utama

Berita

Kesadaran Politik Masih Rendah, Bawaslu Kab. Tegal Turun Langsung ke Masyarakat

Kesadaran Politik Masih Rendah, Bawaslu Kab. Tegal Turun Langsung ke Masyarakat

Kesadaran Politik Masih Rendah, Bawaslu Kab. Tegal Turun Langsung ke Masyarakat

Tegal - Bawaslu Kabupaten Tegal terus memperkuat peran pengawasan partisipatif melalui kegiatan konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui diskusi bertema refleksi dampak pemilu terhadap kesadaran politik masyarakat dan dinamika politik terkini pada Senin, 9 Maret 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di Desa Kedungsukun, Kecamatan Adiwerna ini dipimpin oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Tegal, Dedi Kusdiyanto. Diskusi menghadirkan tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman dalam pengawasan pemilu di tingkat kecamatan. 

Dalam forum tersebut, berbagai pandangan mengemuka terkait dampak pelaksanaan pemilu di tengah masyarakat. Setyo Amboro Nesta, mantan Panwascam Pangkah, menilai bahwa dampak pemilu saat ini masih cenderung terbatas dan belum sepenuhnya meningkatkan kesadaran politik masyarakat secara luas. Menurutnya, dinamika pemilu lebih banyak dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kontestasi politik. 

Ia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan literasi demokrasi agar masyarakat tidak hanya memahami pemilu sebagai kegiatan memilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut mengawasi dan menjaga integritas proses demokrasi. 

Sementara itu, Hadi Imam Rosyadi, mantan Panwascam Adiwerna, menyoroti dinamika politik terkini yang dinilai cukup kompleks. Ia menyebut bahwa munculnya pro dan kontra terhadap berbagai kebijakan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, kondisi tersebut menuntut kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan. 

Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah. Ia juga menekankan pentingnya peran Bawaslu dalam memberikan edukasi politik secara berkelanjutan kepada masyarakat. 

Dari hasil diskusi, disimpulkan bahwa kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui berbagai upaya edukasi dan dialog publik. Selain itu, kolaborasi antara penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal dinilai penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif. 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap dapat terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.