Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tegal Temukan 30 Pemilih Pemula Belum Masuk DPT di SMK NU 1 Slawi

Bawaslu Kabupaten Tegal Temukan 30 Pemilih Pemula Belum Masuk DPT di SMK NU 1 Slawi

Bawaslu Kabupaten Tegal Temukan 30 Pemilih Pemula Belum Masuk DPT di SMK NU 1 Slawi

Tegal - Bawaslu Kabupaten Tegal terus mendorong penguatan demokrasi sejak dini dengan menggandeng kalangan pelajar. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi bersama siswa SMK NU 1 Slawi pada Senin, 2 Maret 2026. 

Kegiatan yang dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal, Sri Anjarwati, ini tidak hanya berfokus pada edukasi demokrasi, tetapi juga diisi dengan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif serta uji petik data pemilih pemula. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diikuti sekitar 200 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 169 siswa berpartisipasi dalam pengisian data yang kemudian diverifikasi melalui aplikasi Cek DPT Online milik KPU. Hasilnya, ditemukan 30 siswa yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kabupaten Tegal dengan memberikan saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Tegal agar para siswa yang telah memenuhi syarat dapat segera masuk ke dalam DPT. 

Selain uji petik data pemilih, Bawaslu juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kelembagaan Bawaslu, tugas dan fungsi pengawasan pemilu, hingga pentingnya keterlibatan pelajar sebagai pengawas partisipatif. 

Para siswa juga diajak untuk berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran pemilu, dengan jaminan perlindungan identitas pelapor sesuai ketentuan perundang-undangan. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun keberanian dan kesadaran hukum di kalangan pemilih pemula. 

Tak hanya itu, kegiatan ini juga disertai dengan penguatan wawasan kebangsaan kepada pelajar, termasuk ajakan untuk menjauhi narkoba dan tawuran sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas. 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap pelajar tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.