Bawaslu Kabupaten Tegal Dorong Nilai Pancasila sebagai Landasan Pengawasan Partisipatif
|
Slawi, Bawaslu Kabupaten Tegal — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun pengawasan partisipatif. Pesan tersebut disampaikan melalui edukasi publik dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Melalui publikasi bertajuk “Dari Nilai Pancasila, Lahir Pengawasan Partisipatif”, Bawaslu Kabupaten Tegal menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi nilai yang dapat memperkuat kepedulian dan tanggung jawab masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan, keadilan, musyawarah, serta sikap saling menghormati, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya menciptakan proses demokrasi yang jujur dan berintegritas. Penerapan nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dapat mendorong tumbuhnya kesadaran warga untuk turut menjaga proses demokrasi.
Pengawasan partisipatif merupakan salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan pemilu. Masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki peran untuk ikut mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap proses demokrasi di lingkungan masing-masing. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui sikap aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai informasi maupun dinamika yang berkaitan dengan pemilu.
Semangat pengawasan partisipatif juga membutuhkan kesadaran bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan dan pengawasan proses demokrasi. Nilai persatuan perlu terus dikedepankan agar perbedaan pilihan maupun pandangan politik tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Melalui edukasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keterlibatan dalam pengawasan pemilu. Dengan berpegang pada nilai Pancasila, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dari nilai Pancasila, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir partisipasi. Dan dari partisipasi masyarakat, pengawasan pemilu semakin kuat.