Lompat ke isi utama

Berita

“Stop Asal Share! Bawaslu Tegal Ingatkan Netizen: Demokrasi Bisa Rusak Gara-Gara Jempolmu”

“Stop Asal Share! Bawaslu Tegal Ingatkan Netizen: Demokrasi Bisa Rusak Gara-Gara Jempolmu”

“Stop Asal Share! Bawaslu Tegal Ingatkan Netizen: Demokrasi Bisa Rusak Gara-Gara Jempolmu”

Slawi — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk menjadi netizen bijak dalam bermedia sosial guna menjaga kualitas demokrasi yang sehat. Ajakan tersebut disampaikan melalui kampanye edukatif bertema “Netizen Bijak, Demokrasi Sehat”.

Bawaslu menyoroti derasnya arus informasi di era digital, khususnya terkait isu Pemilu dan demokrasi, yang kini dapat diakses dengan mudah melalui internet dan media sosial. Namun, kemudahan tersebut juga diiringi dengan risiko penyebaran informasi yang belum tentu benar.

“Semua informasi yang beredar perlu disaring terlebih dahulu sebelum dibagikan. Jangan sampai masyarakat justru ikut menyebarkan informasi yang tidak valid,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi kampanye tersebut.

Bawaslu Kabupaten Tegal menegaskan bahwa peran masyarakat sebagai pengguna media sosial sangat penting dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat. Setiap individu diharapkan mampu memilah informasi secara kritis, terutama yang berkaitan dengan isu politik dan Pemilu.

Selain itu, Bawaslu juga mengingatkan bahwa kebiasaan menyebarkan informasi tanpa verifikasi dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan publik dan stabilitas demokrasi. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mengedepankan prinsip “saring sebelum sharing” dalam setiap aktivitas digital.

Melalui kampanye ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai penjaga kualitas informasi publik demi terciptanya demokrasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta turut menyebarkan pesan positif guna mendukung Pemilu yang berintegritas.