Sentuh Akar Rumput, Bawaslu Kabupaten Tegal Serap Aspirasi Warga Terkait Politik Uang dan Literasi Digital
|
TEGAL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal terus memperkuat fondasi demokrasi melalui pendekatan persuasif dan informal kepada masyarakat. Langkah ini diambil untuk menggali perspektif jujur dari warga mengenai dinamika Pemilu 2024, termasuk isu sensitif seperti politik uang dan sebaran hoaks di media sosial.
Salah satu upaya unik dilakukan oleh staf Bawaslu Kabupaten Tegal, Wandi Prayogi, yang memanfaatkan momentum kegiatan kemasyarakatan (tahlilan) untuk berdialog langsung dengan warga di tingkat akar rumput melalui diskusi konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng. Dalam diskusi santai tersebut, terungkap berbagai realitas lapangan yang dialami pemilih selama tahapan pemilu berlangsung.
Dalam dialog tersebut, seorang warga yang berprofesi sebagai petani, mengungkapkan secara terbuka bahwa faktor ekonomi masih menjadi pengaruh kuat dalam kehadiran warga di kegiatan kampanye. Bagi masyarakat dengan penghasilan tidak menentu, insentif ekonomi sering kali dianggap sebagai pengganti waktu kerja yang hilang.
Menanggapi fenomena ini, Bawaslu Kabupaten Tegal menilai bahwa temuan tersebut merupakan cermin tantangan besar dalam memutus mata rantai politik uang. Hal ini menegaskan bahwa strategi pencegahan ke depan tidak hanya harus menyentuh aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosiologis dan ekonomi masyarakat.
Selain isu politik uang, masyarakat juga menyoroti keruhnya arus informasi di media sosial selama masa pemilu. masyarakat mengaku kesulitan membedakan antara informasi faktual dan hoaks, yang sering kali memicu konflik antar pendukung di dunia maya. Keresahan ini menjadi sinyal bagi Bawaslu untuk semakin masif melakukan edukasi literasi digital bagi masyarakat perdesaan.
Di sisi lain, warga juga memberikan catatan kritis terhadap janji-janji politik kandidat yang sering kali tidak terealisasi sepenuhnya. Namun, mereka tetap mengapresiasi kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan petani, seperti kestabilan harga pupuk dan hasil tani.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berkomitmen untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat guna menciptakan ekosistem pemilu yang lebih jujur, adil, dan berintegritas dari tingkat paling bawah.