Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kedaulatan Rakyat, Bawaslu Kab. Tegal Gelar Konsolidasi Demokrasi di Desa Karanganyar

Perkuat Kedaulatan Rakyat, Bawaslu Kab. Tegal Gelar Konsolidasi Demokrasi di Desa Karanganyar

Perkuat Kedaulatan Rakyat, Bawaslu Kab. Tegal Gelar Konsolidasi Demokrasi di Desa Karanganyar

Di tengah tantangan polarisasi dan apatisme politik, upaya menjaga kualitas demokrasi terus dilakukan hingga ke akar rumput. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, telah dilaksanakan Diskusi Konsolidasi Demokrasi yang menghadirkan narasumber utama, Achmad Marzuki, M.T., Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal (Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa).

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh perangkat desa, pengurus RT/RW, serta elemen pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Satria Kencana. Hadir dalam diskusi tersebut Sekretaris Desa Karanganyar, Subekhi Prawiro Wijoyo, tokoh masyarakat seperti Muhamad Arifin (RW) dan Taifur (RT), serta perwakilan pemuda yang dipimpin oleh Ari Widodo.

Diskusi berlangsung hangat dengan mengupas empat pilar krusial yang menjadi tantangan besar dalam kontestasi politik saat ini:

  • Melawan Akar Politik Uang Achmad Marzuki menekankan bahwa money politic bukan sekadar masalah moralitas pemilih di level bawah. Diskusi membedah sisi sistemik, mulai dari biaya politik yang melambung tinggi hingga struktur kepartaian yang perlu dibenahi agar tidak membebankan biaya besar pada kandidat, yang ujung-ujungnya merugikan rakyat.

  • Mengembalikan Kepercayaan pada Pemilu Menjawab skeptisisme generasi muda, forum ini menegaskan kembali bahwa pemilu tetap menjadi senjata utama perubahan. Partisipasi elektoral bukan sekadar mencoblos, melainkan bentuk tertinggi kedaulatan warga negara untuk menentukan nasib daerahnya sendiri.

  • Melawan "Politik Gimik" dengan Gagasan Para peserta mengkritisi fenomena krisis dialektika di mana popularitas semu dan gimik media sosial lebih ditonjolkan daripada adu visi-misi. Forum sepakat bahwa ruang gagasan harus kembali dihidupkan agar pemimpin yang lahir memiliki kualitas intelektual dan integritas yang jelas.

  • Mitigasi Konflik Horizontal (Fragmentasi Sosial) Pasca-kontestasi, sering kali terjadi gesekan di tingkat RT/RW akibat perbedaan pilihan. Diskusi ini memberikan strategi mitigasi risiko agar kohesi sosial di Desa Karanganyar tetap terjaga. "Pilihan boleh beda, namun kerukunan desa adalah harga mati," tegas salah satu peserta.