Melalui Podcast, Bawaslu Kabupaten Tegal Angkat Peran Kesadaran, Generasi, dan Budaya dalam Merawat Demokrasi
|
Tegal - Bawaslu Kabupaten Tegal kembali menghadirkan ruang dialog publik melalui podcast bertajuk Merawat Demokrasi dari Akar: Kesadaran, Generasi, dan Kebudayaan. Dalam episode ini, hadir narasumber inspiratif Nur Khisom dari PKBM Nurul Huda Pamiritan, dengan dipandu oleh Dedi Kusdiyanto selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal.
Dalam perbincangan tersebut, disampaikan bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui penyelenggaraan pemilu, tetapi harus tumbuh dari kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran demokrasi dimaknai sebagai pemahaman terhadap hak dan kewajiban warga negara, sikap menghargai perbedaan pendapat, serta komitmen untuk menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab.
Nur Khisom menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan demokrasi. Melalui pendidikan dan proses pembelajaran di masyarakat, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi agen perubahan yang kritis dan berintegritas. Salah satu pokok pembahasan dalam podcast tersebut adalah pentingnya kehadiran negara yang lebih maksimal dalam merawat generasi muda. Dalam dialog itu disampaikan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak cukup hanya melalui kebijakan pendidikan yang bersifat umum, tetapi perlu menyesuaikan dengan kearifan lokal dan kondisi sosial masyarakat. Pendidikan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai akar demokrasi. Nilai-nilai lokal merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Hal tersebut menjadi fondasi penting agar demokrasi tidak sekadar menjadi prosedur formal, melainkan tumbuh sebagai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui podcast ini, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap pesan tentang pentingnya merawat demokrasi dari akar dapat semakin luas dipahami masyarakat. Penguatan kesadaran, keterlibatan generasi muda, serta pelestarian nilai-nilai kebudayaan diharapkan menjadi langkah bersama dalam membangun demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas.