Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Itu Perlu Dirawat, Bukan Hanya Dirayakan Saat Pemilu

Demokrasi Itu Perlu Dirawat, Bukan Hanya Dirayakan Saat Pemilu

Demokrasi Itu Perlu Dirawat, Bukan Hanya Dirayakan Saat Pemilu

Demokrasi bukan hanya momentum yang hadir setiap lima tahun sekali, melainkan proses berkelanjutan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Hal tersebut disampaikan Bawaslu Kabupaten Tegal sebagai pengingat pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya pada saat pelaksanaan Pemilu, tetapi juga dalam kehidupan berdemokrasi sehari-hari. Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, S.I. Kom., M.H., menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan publik, pengawasan yang kuat, serta komitmen seluruh pihak untuk menegakkan nilai kejujuran dan keadilan.

“Demokrasi itu perlu dirawat. Bukan hanya dirayakan saat Pemilu, tetapi dijaga melalui partisipasi masyarakat, pengawasan bersama, serta keberanian menolak politik uang, hoaks, dan pelanggaran Pemilu,” ujar Harpendi. Menurutnya, merawat demokrasi dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti menyaring informasi yang beredar, tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah, serta berperan aktif melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu kepada jajaran pengawas.

Bawaslu Kabupaten Tegal mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, komunitas, media, hingga pemilih pemula—untuk menjadi bagian dari penguatan demokrasi dengan cara aktif mengawasi dan mencegah pelanggaran. Melalui semangat “Rawat Demokrasi, Awasi Bersama”, Bawaslu Kabupaten Tegal berharap kesadaran kolektif masyarakat terus tumbuh sehingga demokrasi tidak hanya menjadi perayaan, melainkan menjadi budaya yang terus dijaga untuk masa depan bangsa.