Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi dalam Cahaya Ramadan: Andika Asykar Ajak Perkuat Ibadah dan Tanggung Jawab Warga Negara

Demokrasi dalam Cahaya Ramadan: Andika Asykar Ajak Perkuat Ibadah dan Tanggung Jawab Warga Negara

Demokrasi dalam Cahaya Ramadan: Andika Asykar Ajak Perkuat Ibadah dan Tanggung Jawab Warga Negara

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tegal, Andika Asykar, mengisi kultum dalam program Ngabuburit Pengawasan pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan tersebut disiarkan melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Kabupaten Tegal dengan mengangkat tema “Demokrasi dalam Cahaya Ramadan: Antara Ibadah dan Tanggung Jawab Warga Negara.”

Dalam tausiyahnya, Andika menyampaikan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga saat yang tepat untuk merefleksikan peran sebagai warga negara dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial sangat relevan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang berintegritas.

“Puasa melatih kita untuk jujur dan menahan diri. Dalam konteks demokrasi, kejujuran dan pengendalian diri menjadi fondasi penting agar kita tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab warga negara tidak berhenti pada saat hari pemungutan suara, melainkan mencakup partisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan jujur, adil, dan transparan. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengawasan partisipatif, menyampaikan laporan dugaan pelanggaran, serta menyebarkan informasi yang benar di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Andika mengajak seluruh jajaran pengawas dan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas pribadi sekaligus integritas kelembagaan. Menurutnya, ibadah yang dilakukan selama Ramadan semestinya memberikan dampak nyata dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan.

Program Ngabuburit Pengawasan yang digagas Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tegal ini menjadi salah satu upaya edukasi publik di masa non-tahapan. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan religius.

Dengan semangat Ramadan, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin sadar bahwa menjaga demokrasi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual sebagai warga negara. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika nilai-nilai kebaikan yang diajarkan agama benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.