Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Sinergi: Menjaga Demokrasi, Merawat Persatuan

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Sinergi: Menjaga Demokrasi, Merawat Persatuan

Bawaslu Kabupaten Tegal Perkuat Sinergi: Menjaga Demokrasi, Merawat Persatuan

SLAWI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya dalam mengawal seluruh tahapan pemilihan dengan mengedepankan nilai-nilai persatuan. Dalam sosialisasi terbaru yang digelar di Slawi, Bawaslu menekankan bahwa kontestasi politik bukanlah ajang perpecahan, melainkan pesta demokrasi yang harus mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Menolak Politisasi SARA dan Hoaks

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam menjaga persatuan adalah penyebaran berita bohong (hoaks) dan isu SARA yang sering muncul di media sosial.

  • Edukasi Pemilih: Bawaslu secara aktif melakukan "Jamu Pengawasan" (Jaga Mutu Pengawasan) ke tingkat desa untuk memberi pemahaman bahwa perbedaan pilihan adalah hal wajar.
  • Literasi Digital: Masyarakat diajak untuk lebih kritis dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

"Demokrasi kita harus sehat. Pilihan boleh beda, tapi kerukunan warga Tegal adalah harga mati. Tugas kami bukan sekadar mengawasi suara, tapi juga memastikan prosesnya tidak meninggalkan luka sosial," ujar perwakilan Bawaslu Kabupaten Tegal.

Langkah Strategis Pengawasan

Untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat, Bawaslu Kabupaten Tegal menempuh beberapa langkah strategis:

  1. Patroli Pengawasan: Melibatkan jajaran Panwascam hingga PKD untuk memetakan kerawanan konflik di wilayah masing-masing.
  2. Forum Warga: Membuka ruang dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat guna mendinginkan suasana jika suhu politik mulai memanas.

Posko Aduan: Menyediakan layanan pelaporan yang mudah diakses bagi warga yang menemukan praktik politik uang yang merusak esensi demokrasi.