5 Sila, 5 Sikap: Meneguhkan Pancasila, Mengawal Demokrasi
|
Slawi, 1 Oktober 2026 – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal mengajak masyarakat untuk memaknai nilai-nilai Pancasila melalui sikap nyata dalam kehidupan demokrasi. Pesan tersebut dirangkum dalam tema “5 Sila, 5 Sikap dalam Mengawal Demokrasi”, dengan menekankan pentingnya toleransi, adil, musyawarah, menghargai hak, dan menjaga persatuan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Bawaslu Kabupaten Tegal dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Tegal. Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, S.I.Kom., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menguatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas kelembagaan serta kehidupan bermasyarakat.
Melalui pesan edukasi “5 Sila, 5 Sikap”, nilai Pancasila diterjemahkan ke dalam perilaku yang relevan dengan kehidupan demokrasi.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, diwujudkan melalui toleransi, yakni menghormati keberagaman keyakinan, pandangan, dan pilihan di tengah masyarakat.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, diterjemahkan melalui sikap adil dengan menghormati harkat, martabat, dan kedudukan setiap warga negara.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, diwujudkan dengan menjaga persatuan. Perbedaan pilihan dan pandangan dalam demokrasi merupakan bagian dari keberagaman yang perlu disikapi secara dewasa tanpa menghilangkan semangat kebersamaan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan pentingnya musyawarah dalam menyikapi perbedaan melalui dialog dan pertukaran gagasan secara bijaksana.
Sementara itu, Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diwujudkan dengan menghargai hak setiap warga negara, termasuk hak untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat dalam kehidupan demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Tegal menempatkan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari semangat dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Nilai persatuan, keadilan, musyawarah, dan penghormatan terhadap keberagaman juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga demokrasi serta mendorong keterlibatan masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan sikap dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat.
Lima sila bukan sekadar untuk dihafalkan. Lima sila perlu diwujudkan dalam lima sikap: toleransi, adil, musyawarah, menghargai hak, dan menjaga persatuan. Bersama nilai-nilai Pancasila, masyarakat dapat turut mengawal demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.